<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mulyantono.com &#187; motivasi</title>
	<atom:link href="http://mulyantono.com/tag/motivasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mulyantono.com</link>
	<description>The Real Fact of Bambs</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 08:22:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Disiplin Diri</title>
		<link>http://mulyantono.com/artikel/disiplin-diri.html</link>
		<comments>http://mulyantono.com/artikel/disiplin-diri.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 15:06:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[hari merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyantono.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh luar biasa motifasi yang dihembuskan oleh duet Andrie Wongso dan Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada seminar akbar bertajuk ‘Indonesia Luar Biasa’ pada Sabtu, 20 Agustus 2005 di Istora Senayan Jakarta. Acara yang dipandu oleh Kris Biantoro ini memang bukan seminar sakadar tentang Indonesia, tapi lebih dari itu, diharapkan dapat menyemangati bangsa dan rakyat Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh luar biasa motifasi yang dihembuskan oleh duet Andrie Wongso dan Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada seminar akbar bertajuk ‘Indonesia Luar Biasa’ pada Sabtu, 20 Agustus 2005 di Istora Senayan Jakarta. Acara yang dipandu oleh Kris Biantoro ini memang bukan seminar sakadar tentang Indonesia, tapi lebih dari itu, diharapkan dapat menyemangati bangsa dan rakyat Indonesia untuk bangkit dari kepurukkan, berkaitan dengan Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-60.<span id="more-8"></span></p>
<p>Kedua pembicara berbagai peran, Andrie Wongso lebih mangfokuskan memompa semangat mereka yang berada dikalangan miskin agar bangkit dan bersemangat mengubah nasip. Andrie mengatakan, sejak kecil ia dididik untuk tidak menjadi miskin oleh ibunya yang saat itu memang sudah melarat. “Ibu mengatakan (dalam bahasa Mandarin-pen) Nak, jamu itu pahit, namun orang miskin itu seperti minum jamu yang paling pahit, “ kata Andrie.</p>
<p>Sementara Aa Gym menggarap mereka yang berada di lapisan atas, juga agar berubah. Bahwa yang mempunyai harta bukan hanya ‘kewajiban’ tapi kebutuhan. Tapi bagi mereka yang erharta hurus diingat harta itu amanah &#8211; sekedah titipan yang bias diambil sewaktu-waktu – sehingga kuncinya adalah mengelola harta secara benar dan diridoi oleh Sang Pemilik. Satu lagi yang penting bagi yang sudah kaya, jangan bermental miskin.</p>
<p>“Tak perduli seperti apa kondisi anda sekarang, ubahlah sikap anda, karena dunia terus berubah. Bangsa Indonesia akan selalu tergelincir bila seluruh rakyatnya tidak mengubah sikap.” Demikianlah kedua pembicaraan member penekanan betapa perlunya mengubah sikap (menjadi lebih baik) pada semua lini.</p>
<p>Penulis yang menyimak acara ini rasanya ikut tersengat, ingin berubah. Tapi bagaimana harus memulainya, dari mana memulai perubahan diri sendiri yang berdampak pada lingkungan kerja maupun kehidupan bangsa. Dari mana dan bagaimana harus memulainya?</p>
<p>Ke toko buku ada CHANGE!, buku tulisan Rhenald Kasali, Ph .D. dengan sub judul yang berbunyi : <em>Tak peduli jalan yang anda jalani, putar arah sekarang juga.</em> Ah, betapa provokatifnya kalimat ini, dan senafas dengan apa yang disampaikan Aa Gym dan Andrie Wongso. Saya beli buku itu dan setiba di rumah saya simak habis.</p>
<p>Nah ini dia! Dalam buku itu dikatakan, hamper semua perubahan besar di dunia ini berhasil dijalankan oleh para pemimpin besar. Dan kalau kita buka lembar-lembar sejarah, para pelaku perubahan <em>(chang makers)</em> memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, yaitu <em>shelf diciplin</em> (disiplin diri). Mereka semua sepakat, sebelum memimpin orang lain mereka harus mampu mengendalikan diri terlebih dahulu. Itulah yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin agama, para jendrang pemimpein perang di Pasifik, dan tentu saja para usahawan dan eksekutif  terkemuka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyantono.com/artikel/disiplin-diri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
