<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mulyantono.com &#187; stres</title>
	<atom:link href="http://mulyantono.com/tag/stres/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mulyantono.com</link>
	<description>The Real Fact of Bambs</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 08:22:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Anti Stres</title>
		<link>http://mulyantono.com/artikel/anti-stres.html</link>
		<comments>http://mulyantono.com/artikel/anti-stres.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 15:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[self help]]></category>
		<category><![CDATA[stres]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyantono.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[
Manusia tidak sama dengan ayam. Tapi kehidupan manusia dan ayam tidak pernah bebas dari stres  Karena stres pada dasarnya hanyalah sejumlah perubahan yang diadaptasikan oleh tubuh untuk merespon berbagai perubahan lingkungan atau situasi tertentu. Peternak ayam, seusai melakukan vaksinasi, mengganti pakan, atau memindahkan ayam dari kandang postal ke kandang baterai &#8212; selalu memberi anti stres [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-17" title="stres" src="http://mulyantono.com/wp-content/uploads/2009/10/stres2-200x300.jpg" alt="stres" width="200" height="300" /></p>
<p>Manusia tidak sama dengan ayam. Tapi kehidupan manusia dan ayam tidak pernah bebas dari stres  Karena stres pada dasarnya hanyalah sejumlah perubahan yang diadaptasikan oleh tubuh untuk merespon berbagai perubahan lingkungan atau situasi tertentu. Peternak ayam, seusai melakukan vaksinasi, mengganti pakan, atau memindahkan ayam dari kandang postal ke kandang baterai &#8212; selalu memberi anti stres kepada ayam-ayamnya. Dengan vitamin dan elektrolit yang diberikan sebagai anti stres, diharapkan stamina tubuh ayam segera pulih setelah merespons berbagai tuntutan positif maupun negatif tadi.</p>
<p>Stres pada manusia sangat beragam penyebab dan wujudnya. Namun sebagai makhluk yang berakal, ada beragam pula cara untuk mengatasinya.  Sayang kita tidak bisa membimbing ayam untuk mengatasi stres dengan baik dan benar, maka yang bisa kita lakukan hanya memberi anti stres. Padahal, sebenarnya bukan ‘anti stres’ tapi hanya mengatasi akibat berikutnya dari stres, karena seperti disebutkan di atas, ayam dan manusia pada dasarnya tidak mampu menolak (=anti) stres.<span id="more-9"></span></p>
<p>Stres pada manusia, baik yang kadar penyebabnya besar maupun kecil, bisa datang kepada siapa saja. Belakangan ini koran-koran ibukota memuat kasus bunuh diri yang bertubi-tubi mulai dari anak sekolah dasar, ibu rumah tangga, kepala sebuah stasiun,  sampai seorang sarjana di lingkungan perguruan tinggi ternama. Itu semua juga karena stres!</p>
<p>Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dewasa ini 75% pasien datang ke dokter karena gejala-gejala yang menunjukkan stres, dan jenis stres kronis yang paling buruk adalah rasa tak berdaya (helplessness). Masih dari statistik, dewasa ini ada 144 juta resep baru dibuat setiap tahunnya untuk obat-obatan psikotropik termasuk anti depresi, obat-obatan penenang yang minor dan mayor.</p>
<p>Banyak cara yang selama ini ditempuh dan dianggap mampu mengatasi stres. Berjuta-juta orang Amerika dan Eropa mengandalkan diri pada konsumsi obat untuk meringankan ketegangan saraf, dan menghabiskan banyak obat untuk membangkitkan aktifitas mereka dalam suatu keadaan yang serba instan. Padahal berbagai hasil penelitian belum mengukuhkan berbagai klaim tentang kegunaan psikoterapi tadi.  Angka yang dimaksud sebagai data penyembuhan sekalipun tidak begitu mengesankan.</p>
<p>Seorang pembimbing meditasi mengatakan, mengatasi stres dengan berbagai konsumsi obat itu hanya perubahan sementara yang terkadang kelihatan, namun perubahan permanennya hanya ilusi saja. Akhirnya, disamping mengonsumsi obat,  beberapa orang pergi dari satu ahli terapi ke ahli terapi yang lain, dari workshop satu ke workshop yang lain, dari seminar ke seminar. Padahal ini mirip dengan makan camilan yang lezat. Perut untuk sementara kenyang, namun lapar akan segera terulang. “Harus disadari, berbagai model tingkah laku yang dipuji-puji – termasuk ambisi, dorongan kerja, orientasi tujuan yang berlebihan, kesuksesan finansial, dan tampil sibuk secara terus-menerus – justru telah mengakibatkan tingkat stres yang tinggi,” ujarnya.</p>
<p>Dalam masyarakat yang sangat cenderung stres, kita harus belajar mengembangkan alat-alat untuk menetralisir efek-efek negatif stres terhadap kesehatan tubuh ataupun jiwa. Ungkapan klasik <em>mensana in corpore sano </em>tak pernah ketinggalan zaman untuk terus dilaksanakan.</p>
<p>Tubuh manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling cantik dan menakjubkan. Ia mesti dipelihara dan dijaga. Namun tujuan hidup bukanlah sekadar merawat keelokan tubuh dan kecantikannya. Tubuh harus dirawat karena ia adalah cetakan bagi kehidupan dan jiwa ada di dalamnya, semacam kerang yang mengandung mutiara yang sedang tumbuh, tanpa kerang tak akan ada mutiara.</p>
<p>Herophilus, seorang dokter pribadi Aleksander Agung yang filmnya sudah beredar di bioskop-bioskop maupun dalam cakram padat, mengatakan : Ketika tak ada kesehatan, kearifan dengan sendirinya tak akan tercapai, seni tak akan muncul, kekuatan tak akan berdaya, kekayaan menjadi tak berguna, dan kecerdasan tak akan bisa diterapkan. Jadi, mari kita jaga kesehatan jiwa dan raga dengan cara-cara yang sehat pula.</p>
<p>Mengakhiri tulisan ini penulis ingin mengingatkan bahwa sebenarnya ada pula stres yang postif, misalnya rasa dag-dig-dug sebelum seseorang melangsungkan pernikahan, ujian kenaikan kelas, atau mendapat panggilan wawancara untuk sebuah pekerjaan yang diidamkan.  Nah, kalau stres jenis ini rasanya tidak perlu diatasi, tapi dinikmati ·</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyantono.com/artikel/anti-stres.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
